Rabu, 12 September 2018

Artikel Keterampilan Berbahasa(Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar



Puput Wulandari
A1D117019
ROO1 Semester 3
Keterampilan Berbahasa
PGSD FKIP Universitas Jambi

Materi 3
Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar

Hasil gambar untuk menyimak kartun

·         Pengertian Strategi Pembelajaran Menyimak
            Strategi merupakan suatu seni merancang kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran bahasa merupakan tindakan pengajaran melaksanakan rencana mengajar bahasa. Sedangkan strategi pembelajaran keterampilan menyimak adalah hasil seni merancang tindakan pelaksanaan proses pembelajaran mengenai kemampuan menginformasikan kembali pemahamannya melalui keterampilan berbicara maupun menulis.

·         Hasil Pembelajaran Menyimak Listening John Field
Format standar pelajaran menyimak yang berkembang saat ini adalah:
1.      Pre Listening
Pre listening adalah mengajarkan terlebih dahulu kosa kata yang yang terdapat dalam bahasaan.
2.      Listening
Ekstensif listening (diikuti dengan pertanyaan umum penetapan konten), interaktif listening(diikuti oleh pernyataan kompeherensif yang mendetail).
3.      Post listening
4.      Memganalisis bahasa teks (mengapa pembicara menggunakan tata bahasa tersebut)denggar dan ulangi.
·         Menyimak dalam Pengajaran bahasa
a.       David Nunan
Proses mendengar dasar
            Dua pandangan menyimak telah mendominasi pedagogi bahasa sejak awal tahun 1980,yaitu bottom up dan down view
1.      Model bottom up berpendapat bahwa mendengar adalah proses membaca kata-kata yang di dengar dalam linear fashion, demi fonem hingga teks lengkap.
2.      Top view mengatakan bahwa pendengar secara aktif mengkonstruksikan arti pembicara yang sebenarnya menggunakan suara yang datang sebagai petunjuk.
Menyimak dalam Praktik
            Strategi hunei yang dapat diajarkan dalam kelas menyimak menyangkut selektif menyimak, menyimak untuk maksud tertentu, memprediksi, progresif, streaching, menyimpulkan dan mempersonalisasi.
·         Menyimak di Kehidupan Nyata, Wendy y.K. Lam
1.      Penggunaan Alat Pencipta Waktu
Alat tersebut digunakan untuk menumbuhkan waktu bagi pembicara sehingga dia dapat menyusun yang akan dikatakan selanjutnya.
2.      Penggunaan alat-alat Fasilitas
3.      Untuk memfasilitasi produksi pidato
4.      Implikasi pendagogik
5.      Implementasi Kelas
Implementasi kelas terdiri dari latihan meningkatkan kewaspadaan dan latihan menerangkan kemampuan.

Artikel Ketrampilan Berbahasa(Keterampilan Menyimak)


Puput Wulandari
A1D117019
ROO1 Semester 3
Keterampilan Berbahasa
PGSD FKIP Universitas Jambi

Materi 2
Hakikat Keterampilan Menyimak

Hasil gambar untuk menyimak

1.      Konsep Dasar Menyimak
Tarigan (1987:28) mengatakan bahwa menyimak merupakan suatu proses , yaitu mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian. Pemahaman apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi menangkap isi atau pesan serata memahami makna komunikasi yang telah di sampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lain.
2.      Kaitan Menyimak dengan Keterampilan Berbahasa Lain
Ø  Menyimak dengan Berbicara
Menyimak dan berbicara memiliki kaitan yang sangat erat. Ketika seseorang menyimak harus ada bahan yang dimilki yaitu pembicaraan. Sebaliknya, jika seseorang berbicara, dia sangat mengharapkan ada seseorang yang menyimak. Apabila tidak, maka dia tidak akan mau melakukan kegiatan berbicara
Ø  Menyimak dan Membaca
Menyimak dan membaca memiliki persamaan dalam sifat, yaitu sama-sama bersifat reseptif atau menerima secara aktif. Bedanya , menyimak bersumber pada bahasa lisan , sedangkan membaca bersumber pada bahasa tulis.
Ø  Menyimak dan Menulis
Menyimak dan menulis memang dua keterampilan berbahasa yang memiliki sifat yang berbeda. Menyimak bersifat aktif reseptif, sedangkan menulis bersifat produktif.
3.      Menyimak Sebagai Proses
Adapun tahap-tahap menyimak menyimak yaitu:
a.       Tahap mendengar
b.      Tahap memahami
c.       Tahap menginterprestasikan
d.      Tahap mengevaluasi
4.      Jenis-Jenis Menyimak
a.       Menyimak Berdasarkan Tujuan
·         Menyimak untuk belajar
·         Menyimak berdasarkan hiburan
·         Menyimak untuk menilai
·         Menyimak untuk mengapresiasikan
·         Menyimak untuk memecahkan masalah
b.      Menyimak berdasarkan Intensitas
1.      Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif terdiri dari menyimak sekunder, menyimak pasif, dan menyimak estetis
2.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif terdiri dari menyimak kritis, menyimak konsruaktif dan menyimak kreatif






Artikel Keterampilan Berbahasa (Hakikat Keterampilan Berbahasa)



Puput Wulandari
A1D117019
ROO1 Semester 3
Materi 1
Keterampilan Berbahasa
PGSD FKIP Universitas Jambi

Materi 1
Hakikat Keterampilan Berbahasa


1.      Pengertian dan Manfaat Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecakapan menggunakan bahasa  yang meliputi mendengar, menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa di bagi menjadi dua yaitu lisan dan tulis. Lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan keterampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis.
2.      Manfaat Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi  dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya bergantung pada bahasa yang dimilikinya seperti guru, menejer, jaksa, dan lain-lain.
3.      Aspek-Aspek Keterampilan Berbahasa
·         Menyimak
Menyimaka adalah suatu proses kegiatan yang mencangkup mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterprestasi, menilai dan mereaksi makna yang terkandung di dalamnya.
·         Berbicara
Berbicara merupakan keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan.
·         Membaca
Membaca merupakan melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan ingin mengetahui isinya.
·         Menulis
Menulis merupakan keterampilan yang aktif produktif. Menulis merupakan melukiskan gambar-gambar grafi yang menggambarkan suatu bahasa sehingga gt lain dapat membaca lambang-lambang tersebut.
4.      Keterkaitan Antar Aspek Bahasa
a)      Hubungan Membaca dengan Menyimak
Dawson dalam Tarigan(1994:3) menjelaskan hubungan antara berbicara dan mendengarkan seperti berikut ini:
·         Ujuaran biasanya dipelajari melalui proses mendengarkan dan proses meniru.
·         Ujaran seseorang mencerminkan pemakaian bahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat tempatnya hidup, misalnya dalam penggunaan intonasi dan pola-pola kalimat.
·         Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan berarti pula membantu meningkatkan kualitas berbicara.
·         Bunyi rama yang didengar merupakan faktor penting yang berpengaruh pada kemampuan berbicara seseorang (terutama anak-anak).
b)      Hubungan Menyimak dengan Membaca
Terdapat korelasi yang ti nggi antara kemampuan mendengarkan dan membaca pada kelas-kelas relatif tinggi. Apabila terdapat peningkatan pada kemampuan yang satu, maka akan diikuti dengan peningkatan pada kemampuan yang lain (Tarigan 1994:5)
c)      Hubungan Antara Membaca dengan Menulis
Kemampuan membaca penting sekali bagi proses menulis(Wray, 1994:96-97). Dalam kegiatan membaca pemahaman atau membaca, terutama dalam membaca pemahaman atau membaca untuk kepentingan studi , sering kali kita harus menulis catatan, bagan, rangkuman dan komentar mengenai isi nbacaan guna untuk menunjang pemahaman terhadap isi bacaan.

d)     Hubungan Antara Menulis dan Berbicara
Subyakto-Nababan (1993:153) dan Tarigan (1994-10) menjelaskan bahwa baik berbicara maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif.