Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 4
KETERAMPILAN BERBAHASA BERBICARA
Konsep Dasar Berbicara
Secara
umum, berbicara merupakan proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran –
ujaran. Ujaran – ujaran yang muncul merupakan perwujudan dari gagasan – gagasan
yang sebelum berada pada tataran ide. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan
oleh Suhendar. Nernicaralah adalah proses perubahan wujud pikiran / perasaan
menjadi wujud ujaran (1992 : 20).
Ada beberapa hal yang perlu
diungkapkan berkaitan dengan batasan berbiacara, yaitu:
1. berbicara merupakan ekspresi diri.
2. berbicara merupakan kemampuan mental motorik.
3. berbicara merupakan proses simblokik.
4. berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu.
5. berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang
produktif.
Tujuan
berbicara adalah untuk menginformasikan gagasan pembicara kepada pendengar.
Mulyana mengelompokkan tujuan berbicara ke dalam empat
tujuan, yaitu sosial, ekspresif, ritual dan instrumental.
Ada juga tujuan – tujuan berbicara dengan menenitikberatkan
pada efek pembicaraan, yaitu :
1. berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar.
2. berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar dengan
cara :
a.
pembentukan tanggapan.
b.
penguatan tanggapan.
c.
pengubahan tanggapan.
3. berbicara dengan tujuan memperluas wawasan pendengar.
4. berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu
objek.
5. berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan isarat.
Pengelompokkan
berbicara dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, tergantung dasar yang
digunakan. Pengelompokkan berbicara sedikitnya dapat dilakukan berdasarkan tiga
hal yaitu situasi, keterlibatan pelaku, dan alur pembicaraan.
Berdasarkan
situasi, berbicara dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bebricara
formal dan berbicara nonformal.
Berbicara
sebagai suatu keterampilan berbahasa dapat juga dikaitkan dengan kemampuan
berbahasa, yaitu :
1. hubungan berbicara dengan menyimak
a.
seorang anak belajar berbicara dimulai dengan menyimak.
b.
terjadinya pergantian peran antara penyimak dna pembicara.
c.
kemampuan berbicara dijadikan tolok ukur kemampuan menyimak.
d.
berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari proses menyimak.
2. hubungan berbicara dengan membaca :
a.
berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari membaca.
b. pada orang dewasa peningkatan kemapuan berbicara dapat
dilakukan melalui proses membaca.
c.
membaca dapat menjadi sarana efektif dalam memandu kegiatan berbicara.
3. hubungan berbicara dengan menulis :
a.
kemapuan menulis dapat dijadikan sarana pendukung bagi kemampuan berbicara.
b.
menulis sangat diperlukan dalam kegiatan berbicara dialog.