Senin, 03 Desember 2018


Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 13
Praktik Keterampilan Menulis
A.                 Pengertian Menulis
Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis.

B.                 Proses Menulis
1.         Prapenulisan
2.         Penulisan Draf
3.         Revisi Tulisana
C.     Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan menulis
1.      Penentuan pikiran utama
2.      Pembentukan paragraf
3.      Penulisan kalimat
4.      Penggunaan tanda baca


Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 12

Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar
A.                 Pengertian Strategi Pembelajaran Menulis
Strategi pembelajaran menulis adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh pendidika (guru/dosen)terhadap peserta didik(siswa) dalan upaya terjadinya perubahan pada aspek kognitif,afektif,dan psikomotor.
Ø  Pembelajaran keterampilan menulis berbasis proses menulis.
1.      Teori proses menulis
Menurut krisener dan mandel:
Ø  Proses menulis terdidi atas tahap prapenulisan,penyusunan,penulisan serta berisi Merrimar (1967) dan akhadiah dkk. (1994).
Proses menlis terdiri atas tahap pranulis, penulisan draf dan revisi:
Ø  Tahap-tahap dalam menulis
1.      Prapenulisan
·         Penentuan topik
·         Pembatasan topik
·         Perumusan tujuan penulisan
·         Penentuan bahan
·         Penyusunan kerangka tulisan
2.      Penulisan draf
·         Setelah kerangka tersusun dengan tepat dan bahan juga telah terkumpul lengkap,maka akan diungkapkan menjadi sebuah tulisan (draf) yang utuh.
3.      Revisi tulisan
·         Kegiatan ini bertujuan agar tulisan yang dihasilkan berkualitas baik. Puisi sebuah tulisan bisa mencakup isi,retarika dan juga kebahasan.
Prinsip proses menulis
Tahap I: Perencanaan: a. Topik tulisan
  b. Penentuan bahan
  c. kerangka
                        Tahap II: Penulisan draf: a. Pendahuluan
 b. isi
 c. Penutup
                                                                 d. Referensi
         

         Tahap III: Revisi tulisan: a. Isi
                                                                 b. Petarika
                                                                 c. Kebahasan
                                                                 d. Mekarikal
                   Pembelajaran keterampilan menulis berbasis tepri pemerolehan bahasa.
1.      Teori pemerolehan bahasa
Ø  Behaliarrestik
Ø  Mentalistik
Ø  Bialystik
2.      Menulis berbasis teori pemerolehan bahasa.
Ø  Prinsip penemuan
Ø  Prinsip penguatan
Ø  Prinsip potensi bawaan anak
Ø  Penyediaan masukkan yang baik
                                                            

Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 11

Hakikat Menulis
            Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaaan atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. 
Keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata, dan gramatikal sertaa penggunaan ejaan.
           Keterampilan ini merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Setiap penulis harus mempunyai tujuan yang jelas dari karya tulisnya tersebut. Tujuan yang ingin dicapai penulis bermacam-macam, seperti:
·         Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar
·         Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan
·         Menjadikan pembaca beropini
·         Menjadikan pembaca mengerti
·         Menjadikan pembaca terpersuasi oleh isi karangan
·         Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan, seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai moral, nilai kemanusiaan, dan nilai estetika.
           Pembelajaran menulis harus memperhatikan Perkembangan menulis anak. Anak perlu mendapatkan bimbingan dalam memahami dan menguasai cara mentransfer pikiran ke dalam tulisan. Menutut Temple (Ahmad Rofi’uddin Dan Darmiyati Zuhdi, 1999:77), Perkembangan tulisan anak meliputi 4 tahap yaitu:
a.       Tahap Prafonemik
b.      Tahap Fonemik Awal
c.       Tahap Nama Huruf
d.       Tahap Transisi
           Tulisan dapat berupa karangan. Karangan dikelompokkan menjadi 5 macam, yakni:
1.      Eksposisi (paparan)
2.      Deskripsi (penggambaran)
3.      Argumentasi
4.      Persuasi
5.      Narasi




Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 10
PRAKTIK MEMBACA (PRAKTIK MEMBACA CEPAT)
            Membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan membaca tanpa harus meninggalkan pemahaman terhadap isi dari bacaan. Kecepatan membaca bergantung pada bahan dan tujuan membaca dan juga penguasaan pembaca terhadap isi bacaan.
            Macam – macam teknik membaca cepat terbagi menjadi dua yaitu :
1. Skimming
            Teknik membaca cepat skimming adalah teknik untuk mencari gagasan pokok atau hal – hal penting yang ada didalam bacaan. Contohnya membaca ensklopedia, kamus, index, yellow pages dll.
Skimming dapat dilakukan apabila :
·     Ingin mengenali topik bacaan
·     Ingin mendapat bagian penting dari suatu bacaan tanpa membaca keseluruhan
·     Ingin mengetahui pendapat seseorang secara umum.
2. Skanning
            Teknik membaca cepat skanning adalah teknik membaca untuk memahami informasi dari suatu bacaan. Tujuan membaca cepat skanning yakni agar dalam waktu yang relatif singkat kita mampu mendapatkan hasil dan memahami bacaan sebanyak – banyaknya.
Ukuran kecepatan membaca adalah kala permenit (kpm)
·      Siswa SD minimal kecepatan 200 kpm
·      Siswa SMA minimal kecepatan 250 kpm
·      Mahasiswa minimal kecepatan 325 kpm






Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 9

STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR

Pengertian
Strategi membaca adalah cara atau teknik (dalam membaca) untuk menguap informasi yang disampaikan melalui media tulis. Strategi membaca digunakan pembaca untuk memperoleh pesan dari bacaan yang dibaca. Pembaca yang baik akan sering menggunakannya.

Metode
Metode pembelajaran membaca SQ3R merupakan metode telaah tugas yang menyocokn salah satu metode pengajaran membaca yang digunakan dalam kelas tingkat lanjut.
S berarti survey
Q berarti question
R berarti read

Tahapan dalam kegiatan membaca SQ3R
1. Survey
2. Question
3. Read
4. Rrecit Review.

Membaca Cepat
Taringan (1987) memberi pengertian bahwa membaca cepat sebagai membaca segala sesuatu secara cepat dengan teknik dengan maksud untuk menemukan informasi khusus, informasi tertentu yang diinginkan dari bahan bacaan.
Membaca cepat yang baik semata – mata terdiri dari 800 – 1000 kata dalam menit.

Serambel
Sserambel merupakn sejenis permainan anak – anak yang pada dasarnya meruapakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemilihan kosa kata dn huruf – huruf yang tersedia.
Metode ini menghendaku siswa untuk melakukan penyusunan atau pengurutan suatu struktur bahas yang sebelumnya dengan sengaja telah diacak susunannya.

Isian Rumpang
Dalam fungsinya sebagai alat ajak membaca, prosedur isian rumpang sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan baca siswa. fungsi utamanya sebagi alay ukur dn sebagai bahan ajak. Proses kerjany berupa penyajian suatu wacana yang secara sengaja dirumpangkan.

Media Dan Penilaian Pembelajaran Membaca
1. Media
- media massa atau surat kabar
- buku fiksi tau non fiksi.
2. Penilaian Kemampuan Membaca
- hal – hal yang harus ada di nilai dalam membaca
- cara menilai kemampuan membaca
- format penilaian keterampilan membaca siswa.



Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 8

Hakikat dan Proses Membaca
Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia,terlebih pada era reformasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juga merupakan sebuah jambatan bagi siapa saja dan dimana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan,baik dilingkungan dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan.
Bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri atau yang lazim disebut era sumber daya manusia atau era sibermatika seperti sekarang ini keahlian membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai canditon sine guanom alias masyarakat mutlak yang tidak tepat ditawar-tawar lagi. Sebagai sebuah bukti konon para ahli ekonomi telah membuat perkiraan bahwa menemukan alam yang sedang bekerja,dan berbicara tentang pengalamannya. Kita dapat membuat proyeksi bahwa kelas yang dipimpin jemiings itu merupakan lingkungan yang visual,memperkarya dan merangsang. Yang bertuju pada buku,ide,dan pengalaman semua proses pembentukan pengaaman menjadi bingkai perkenalan jemmings dengan membaca.
Lain halnya kelas yang dipimpin oleh falesch dan firies yang lebih menghubungkan membaca sebagai proses mengenali lambang-lambang tulisan. Boleh saja jadi kelas mereka akan penuh dengan bahan fonik. Mungkin da akan menitik beratkan perhatiannya pada menolog anak membaca huruf, mengenal bunyi huruf menyatukan huruf menjadi kata-kata dan akhirnya menjadi pembaca yang bebas .
Sedangkan kelas goodman lebih menghubungkan penguasaa bahasa si pembelajar saat membaca,mungkin akan mengalahkan wisata,kunjungan ke berbagai tempat hewan peliharaan dan mencari pengalaman dalam percobaan sains kepada para peserta didiknya dia juga Mungkin memberikan pembelajaran dengan tangan dikte dan perrcaya bahwa anak-anak akan belajar memproduksi kata-kata, pikiran dan pola-pola yang merekan kenal itu lebih cepat lagi dengan pemahaman yang lebih tinggi. Goodman diperkirakan dapat menerima membaca sebagai rekonstruksi pikiran dan makan kalimat tidak terlalu memperhatikan pengucapannya.


Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 7
PRAKTIK KETERAMPILAN BERBICARA
Macam – macam berbicara adalah bercerita, berdialog, dan berdiskusi
A.                 Bercerita
            Untuk menjadi pencerita yang baik di butuhkan persiapan dan latihan. Persyaratan yang diperhatikan, antara lain :
·                Penguasaan dan penghayatan cerita
·                Penjelasan dengan sistuasi dan kondisi
·                Penilaian dan penyusunan kalimat
·                Pengekspresian yang alami
Kriteria penilaian berbicara
·                Ketetapan isi Cerita
·                Sistem isi cerita
·                Penggunaan bahasa :
Pelafalan,
informasi
pemilihan kata
struktur kata dan
struktur kalimat
·                Kelancaran berbicara


Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 6

Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara Di Sekolah Dasar
A.                 Pengertian Strategi Pembelajaran Berbicara
Strategi pembelajaran adalah suatu cara atau metode yag dilakukan oleh pendidikan (guru/dosen) terhadap peserta didik dalam upaya terjadinya perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Strategi keterampilan berbicara pada dasarnya merupakan sebuah cara yang digunakan oleh guru/dosen untuk membangun proses pembelajaran dengan memperhatikan seluruh komponen pembelajaran yang efektif untuk mendorong siswa mampu berkomunikasi dengan orang lain.

B.                 Strategi Pembelajaran KSUPP (P)
KSUPP (P) merupakan suatu sarana keterampilan lisan yang berpusat pada siwa dengan suatu komponen menulis yang bersifat fakultatif (Tarigan,1990:152). Sebagai contoh penerapan strategi ini misalnya saja dalam pembelajaran menceritakan pengalaman yang paling mengesankan.
KSUPP (P) adalah singkatan dari kisahkan siapkan ulang pakai pamerkan pekerjaan rumah.

C.                 Strategi Pembelajaran Kuantum
Sebagai contoh aplikasi pembeljaran kuantum adalah dalam pembelajaran menyampaikan pengumuman. Strategi Pelajaran kuantum diterapkan melalui metode diskusi dan tanya jawab dengan teknik sesama teman.
Metode, teknik, media dan penilaian tersebut terangkai dalam unsur-unsur kerangka (Tandur) perancangan pengajaran quantum teaching.

D.                 Strategi Pembelajaran Kooperatif berbantu Objek Langsung
Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil dalam memaksimalkan kondosi belajar untuk mencapai tujuan belajar prosedur pembelajaran kooperatif pada prinsipnya terdiri atas empat tahap (Sanjaya. 2009.)2009:248), yaitu
1.         Penjelasan
2.         Belajar dalam Kelompok
3.         Penilaian dan
4.         Pengkuan Tim

E.                 Pengakuan Pembelajaran Heuristik
Strategi ini diterapkan melalui metode penugasan, diskusi, tanya jawab, demonstrasi.
Teknik penilaiannya yang dapat digunakan adalah teknik penilaian tes untuk kerja secara individu. Strategi pembelajaran ini menggunakan media atau alat peraga berupa personal phatographi. Terdapat empat langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan strategi ini.

F.                  Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu bentuk pendekatan saintifik yang merupakan seperangkat model mengajar yang menggunakan masalah sebagai fokus untuk menggunakan keterampilan pemecahan masalah materi, dan pengaturan diri.
Pembelajaran berbasis masalah memiliki karakteristik sebgai berikut :
1.         Pembelajaran berfokus pada masalah
2.         Siswa memiliki peran tanggung jawab memecahkan masalah
3.         Guru berperab sebagai fasilitator yang mendukung saat siswa memecahkan masalah enggen dan kauchak (2012:307).


Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 5
 Puput Wulandari(A1D117019)


Materi 5
Refleksi Keterampilan Berbahasa

Pada kegiatan perkuliahan minggu kemarin terlaksana dengan efektif meskipun tanpa bimbingan langsung dari dosen pengampu. Seperti biasa sebelum memulai kegiatan belajar kita menyajikan lagu himne Bahasa Indonesia, kami sangat bersemangat dalam menyanyikan lagu tersebut.
            Proses belajar pada perkuliahan berjalan dengan baik, tertib dan lancar, kebetulan kemarin kelompok saya yang maju memaparkan hasil diskusi tentang pratikum menyimak, 2 orang mewakili kelompok kami maju kedepan.
Diskusi berjalan dengan baik, tertib dan lancar, kemudian banyak teman – teman yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut, ada yang menyampaikan kritik, saran dan juga memberikan pertanyaan / bertanya.
Setelah kelompok kami selesai memaparkan hasil diskusi dilanjutkan dengan satu kelompok lain, begitupun diskusi dari kelompok diskusi juga berjalan dengan baik, tertib dan lancar, namun pada kelompok terakhir ini tidak ada teman – teman yang memberikan kritik, saran dan juga pertanyaan dikarenakan sibuk ingin pulang.
            Kelebihan pada kegiatan pembelajaran yaitu semangat yang berkobar dari teman – teman saat menyanyikan lagu hymne Bahasa Indonesia, kemudianpartisipasi dari teman – teman yang cukup baik. Dari diri saya sendiri saya banyak mendapatkan ilmu baru dari praktik menyimak tersebut yaitu materi pada ahri ini, saya jadi tau hal ynag tidak saya tahu dari praktik menyimak.
            Kekurangannya yaitu, tidak ada dosen yang membimbing secara langsung. Pada diskusi kelompok terakhir tidak ada tanggapan ataupun partisipasi dari audience. Dari saya sendiri saya sedikit merasa lapar karena belum makan siang.



Puput Wulandari(A1D117019)
Materi 4


KETERAMPILAN BERBAHASA BERBICARA
Konsep Dasar Berbicara

            Secara umum, berbicara merupakan proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran – ujaran. Ujaran – ujaran yang muncul merupakan perwujudan dari gagasan – gagasan yang sebelum berada pada tataran ide. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Suhendar. Nernicaralah adalah proses perubahan wujud pikiran / perasaan menjadi wujud ujaran (1992 : 20).

Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbiacara, yaitu:

1. berbicara merupakan ekspresi diri.

2. berbicara merupakan kemampuan mental motorik.

3. berbicara merupakan proses simblokik.

4. berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu.

5. berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif.

            Tujuan berbicara adalah untuk menginformasikan gagasan pembicara kepada pendengar.

Mulyana mengelompokkan tujuan berbicara ke dalam empat tujuan, yaitu sosial, ekspresif, ritual dan instrumental.

Ada juga tujuan – tujuan berbicara dengan menenitikberatkan pada efek pembicaraan, yaitu :

1. berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar.

2. berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar dengan cara :

            a. pembentukan tanggapan.

            b. penguatan tanggapan.

            c. pengubahan tanggapan.

3. berbicara dengan tujuan memperluas wawasan pendengar.

4. berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu objek.

5. berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan isarat.

            Pengelompokkan berbicara dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, tergantung dasar yang digunakan. Pengelompokkan berbicara sedikitnya dapat dilakukan berdasarkan tiga hal yaitu situasi, keterlibatan pelaku, dan alur pembicaraan.

            Berdasarkan situasi, berbicara dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bebricara formal dan berbicara nonformal.

            Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa dapat juga dikaitkan dengan kemampuan berbahasa, yaitu :

1. hubungan berbicara dengan menyimak

            a. seorang anak belajar berbicara dimulai dengan menyimak.

            b. terjadinya pergantian peran antara penyimak dna pembicara.

            c. kemampuan berbicara dijadikan tolok ukur kemampuan menyimak.

            d. berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari proses menyimak.

2. hubungan berbicara dengan membaca :

            a. berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari membaca.

b. pada orang dewasa peningkatan kemapuan berbicara dapat dilakukan melalui proses membaca.

            c. membaca dapat menjadi sarana efektif dalam memandu kegiatan berbicara.

3. hubungan berbicara dengan menulis :

            a. kemapuan menulis dapat dijadikan sarana pendukung bagi kemampuan berbicara.

            b. menulis sangat diperlukan dalam kegiatan berbicara dialog.